Khamis, 25 Ogos 2016

HARAMKAN PAS - Dengan Hak & Kehendak SPBG YDP AGONG & Raja Raja Melayu : Sultan...

AMPUN TUANKU !
PAS patut diharamkan kerana telah menyalahgunakan kalimah (mutasyaabihat : samar2 - hakikat) bacaan al-Quran "الاءسلام (" yang difahamai sekadar dengan takwilan bacaan القران sahaja... kemudian dipinjam jadi ISLAM ditampal pada PertubohanNya - PAS...

Padahal hakikat kalimah bacaan al-Quran "الاءسلام" tidak berlaku disisi Allah (القران) dengan disandarkan kepada sesuatu yang lain lebih dahulu, kemudian (pindah niat) letak atasnama hak & kekuasaan mutlak zat Allah - اله : لله...

PAS dengan sengaja mahu menipu (zat) Allah maha Esa (رب) lagi maha mengetahui & cuba menipu umat melayu yang dhoef dalam perkara Agama (الدين - Rububiyyah), Islam (الاءسلام - Uluhiyyah) serta FuruqNya - Aqidah (الاءيمان) dari Syara' : Syariah - Fiqh dengan semua cabang disipline Ilmu bacaabNya (العلم).

... Tidak berlaku hakikat kalimah bacaan al-Quran "al-Islam"... melainkan dengan bersambungan terus dengan اله : لله...

PAS adalah golongan manusia yang telah melakukan kesalahan pada semua hukum Allah (القران) dari seringan hukum KUFUR (niat - tanpa اله : لله)-(amal) KAPIR - engkar larangan Allah (القران)... seterusNya berlulang2 engkar - KAPIR demi Kapir demi Kapir sejak pulohan tahun dahulu lagi. Itu lah golongan Sesat - pasik & munafik... ... kemudian melarat kepada Syirik terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah, gugur dari Islam (الاءسلام - u'ttiqad) berpindah menjadi golongan yang dilaknati Allah kerana belaku Syirik terhadap hak-hak mutlak (zat) Allah jadi "اليهود : هادوا" - Yahudi bani melayu bertaqiyyah (berselindung : menyamar) disebalik Islam (الاءسلام)...
... kemudian PAS berlaku pula Murtad - berpaling tadah dari tauhidkan (zat) Allah maha Esa wajib wujud hanya Satu - احد, واحد, dengan zahirNya Cara, Sifat, Kata2, Perbuatan "berbilang2 tauhid (pluralisme), kesamarataan tauhid (libralism) goto > ملحدن : berhala, api/matahari (المجوسى), komunisme, atheist - المشركون.

Apa lagi yang PAS ada untuk dibawa menemui Allah di Akhirat nanti setelah ditamatkan anugerah ?
///

NABI SAW TIDAK MELAKUKAN APA YANG DILARANG القران : الله, BERARTI ITU ADALAH HARAM - DILARANG.


Nabi SAW tidak mengerjakan apa yang dilarang Allah (alQuran) berarti itu Haram / dilarang, tapi itu yang dilakukan PAS.

WAHAI UMAT BANI MELAYU MUNTAH KELUARKAN LAH AJARAN PAS YANG DIKATAKAN GOLONGAN ULAMA' DARI GHAIB QALBU & GHAIB AKAL MU, ITU ADALAH LEBIH BAIK BAGI DIRI MU DIDUNIA & AKHIRAT NANTI... kan kan kan... !!!

PERKARA YANG NABI saw TIDAK LAKUKAN : HARAM : DILARANG ALLAH (alQuran), TAPI ITU LAH YANG SERING DILAKUKAN PAS SEJAK PULOHAN TAHUN.

KUFUR (niat tanpa Lillaahi) - (amal) KAPIR - engkar larangan Allah (alQuran) adalah permulaan kepada berlakuNya semua hukum2 yang lain.


1) Nabi SAW membacakan ayat-ayat Allah (alQuran) semata-mata kerana Allah - Lillaahi.
... Tapi PAS membacakan ayat-ayat Allah (alQuran) kerana parti - duniawi (jawatan, pangkat, nama, popularity, gelar, kekayaan) - Adalah perkara yang HARAM - DILARANG : hukumNya KAPIR - engkar larangan Allah (alQuran).

2) Nabi SAW tidak lakukan...
... Tapi PAS ENGKAR - KAFIR perkara yang dilarang : diharamkan Allah (alQuran) berulang-ulang sejak pulohan tahun - KAFIR demi KAFIR demi KAFIR & demi KAFIR - SESAT Aqidah (al-Iman) dari Syariat (al-Ilmu) yang salah (al-Iman) yang jahil : jahil bertingkat-tingkat @ jahil murakkab).

3) Nabi SAW tidak lakukan...
... Tapi PAS ENGKAR - KAFIR perkara yang dilarang : diharamkan Allah (alQuran) berulang-ulang sejak pulohan tahun - KAFIR demi KAFIR demi KAFIR & demi KAFIR - SESAT Aqidah (al-Iman) dari Syariat (al-Ilmu) yang salah (al-Iman) yang jahil : jahil bertingkat-tingkat @ jahil murakkab), hingga berlaku kerosakan hubungan sesama manusia & semasa sendiri. Itu lah golongan (SESAT) - PASIK - hancur lebur segala Ibadah & segala amal kebenaran, kebaikan, kebajikan dialam jasad tidak diterima Allah dengan ganjaran baik - pahala. Hanya pintu taubat saja masih terbuka.

4) Nabi SAW tidak lakukan...
... Tapi PAS ENGKAR - KAFIR perkara yang dilarang : diharamkan Allah (alQuran) berulang-ulang sejak pulohan tahun - KAFIR demi KAFIR demi KAFIR & demi KAFIR - SESAT Aqidah (al-Iman) dari Syariat (al-Ilmu) yang salah (al-Iman) yang jahil : jahil bertingkat-tingkat @ jahil murakkab). hingga berlaku kerosakan @ putus hubungan antara manusia dengan Allah @ penyebab orang lain menjadi Syirik & Murtad. MUNAFIK - Munafik juga adalah golongan sesat menghampiri Syirik. akibatNya sama dengan bil 3. kerana kedua2Nya adalah golongan Aqidah (al-Iman) & Syariat (al-Ilmu) yang Sesat.

5) Nabi SAW tidak lakukan...
... Tapi PAS melakukan perkara yang diharamkan : dilarang Allah (alQuran) dari I'ttiqad Ujub, Sama'ah, Riak, Sombong, Takabbur, kemudian zahir dengan Cara, Sifat, Kata-Kata, Perbuatan memuja (taksub kepada berhala manusia berjubah, berjanggut & berserban : kupiah - Padahal taksub semata2 kepada Allah), memuji (berlebihan : bodek - Padahal segala pujian hanya bagi Allah), membersih, menyucikan diri sendiri, keturunan, kaum, puak, jemaah, parti...

... BermulaNya - Permulaan bagi SYIRIK - maka gugur lah I'ttiqad yang diredhai Allah "al-Islam, lil-Islam", berpindah menjadi I'ttiqad yang dilaknati Allah "alYahud, Haadu - Yahudi tanpa mengira bangsa manusia mana pun.

6) Nabi SAW tidak lakukan...
... Tapi PAS melakukan perbuatan berpaling tadah - MURTAD (Yartadda : Yartadid mingkum undeeneh) dari tauhidkan (zat) Allah wajib wujud hanya Satu - Ahadun...dengan zahirNya Cara, Sifat, Kata2, Perbuatan...
... berbilang-bilang Tauhid (Pluralisme tauhid Rububiyyah & Uluhiyyah),
... kesamarataan Tauhid & I'ttiqad (Libralisme tauhid Rububiyyah & Uluhiyyah)
MULHID - Atheist (Komunisme) : al-Musyrik (berhala) : al-Majusa (api/matahari).

APAKAH UMAT BANI MELAYU YANG BERTAUHID YANG BENAR (Innaddeen - ad-deen : tauhid Rububiyyah - tauhid (zat) Allah wajib wujud hanya Satu - Ahadun, Wahidun.
... BERI'TTIQAD YANG BENAR (lil-Islam - al-Islam : tauhid Uluhiyyah - tauhid hak-hak mutlak (zat) Allah) yang tidak boleh di Syirikkan - dirampas, didahului, sekutui serta diadakan tandingan & bandingan bagi hak-hak mutlakNya (Allah).
... BERAQIDAH YANG BENAR (lil-Iman - al-Iman)
... BERSYARIAT YANG BENAR (lil-Ilmu - alIlmu)
MASIH MAHU MENJADIKAN PAS SEBAGAI...
- IKUTAN
- SOKONG
- PANGKAH... SELAMA MASIH DIANUGERAHKAN HIDUP INI ???

Broo (male) & Bree (female)...
Luu pikier laa sendree
hanya diri bertanggong jawab pada diri sendree
///

HINDARI SIFAT JAHIL & TAKSUB : memuja, memuji, membersih, menyucikan serta menghapus dosa diri sendiri...

(RIYA', UJUB, SUM'AH, TAKABBUR - bongkak : sombong) - Syirik Khofi (samar-samar - kecil) permulaan kepada Syirik Qolbi : Jalli (terang-terang - besar)

Kejahilan bukan sahaja akan melahirkan sikap taksub, malah lebih daripada itu ia mempunyai implikasi buruk terhadap kehidupan. Ia boleh menyebabkan kebinasaan kepada seseorang individu, masyarakat, agama (ad-deen-rububiyyah), Islam (i'ttiqad-uluhiyyah) serta Aqidah (al-Iman), Syariah-Fiqh (al-Ilmu) dan negara. 

Di samping merendahkan martabat insan, kejahilan tidak mengenal nilai-nilai kerjasama, timbang rasa, kecintaan dan keadilan. Kerana sikap jahil dan taksub itulah, maka perpecahan terus berlaku di kalangan kita umat Islam. Perbuatan ini ternyata bertentangan dengan syariat Islam.

Sudah menjadi lumrah dan nasib yang tersurat bahawa setiap Agama tauhid : الدين - احد : رب (rububiyyah - zat Allah) serta I'ttiqad yang diredhai Allah terhadap hak-hak mutlak zat Allah Islam (al-Islam) akan bertembung dengan ancaman hawa nafsu yang bergelora serta pemikiran yang menyesatkan. Agama tauhid tidak akan aman sama sekali daripada sikap pelampau dan ketaksuban. Bahkan setiap umat dalam menegakkan seruan syariat yang benar sentiasa berhadapan dengan golongan ini. Dari segi prinsipnya mereka memiliki kepercayaan serta pegangan atas nama agama yang di luar batasan ajaran agama tauhid & I'ttiqad Islam sebenar.
Demikianlah hakikatnya orang yang jahil perasaannya beku dan lemah otaknya. Justeru itu mudah menjadi taksub dan akibat ketaksuban ini ia tidak lagi boleh berfikir secara normal dan ia akan bertindak mengikut hawa nafsu bukan berlandaskan akal atau ilmu syariat & keimanan (Aqidah)

Kejahilan dan ketaksuban menjadikan diri mereka tidak dapat membezakan di antara kebenaran dan kebatilan. Hati mereka telah buta daripada keimanan (الاءيمان mewajibkan العلم) dan ketakwaan (الاءسلام saling mewajibkan الدين). Sebagaimana kata-kata hukama: “Buta hati kerana jahil lebih berbahaya daripada buta mata. Bukan sedikit mereka celik mata tetapi buta hati kerana jahil. Golongan ini makin diberi peringatan atau nasihat makin bertambah bebal dan jahil. Lebih berbahaya lagi apabila ditambah pula dengan penyakit kesombongan”. Sebagaimana kata Saidina Ali B. Abi Talib r.a : “Tiada musuh yang lebih Aku takuti daripada kejahilan. Setiap manusia menjadi musuh selama ia jahil.”

Kesimpulannya, jelaslah bahawa kejahilan adalah Kufur (tanpa Lillahi) pokok segala kecelakaan dan punca segala bahaya. Orang yang jahil tergolong dalam maksud hadis Nabi yang bermaksud: “Dunia itu terlaknat, segala isinya terlaknat, kecuali zikrullah (berzikir kepada Allah), sesesorang yang berilmu dan seorang yang mencari ilmu. Seorang yang jahil itu tidak akan terkeluar dari kegelapan kejahilan melainkan dengan nur dan cahaya ilmu pengetahuan. Ia merangkumi ilmu-ilmu untuk keperluan dan kesempurnaan tanggungjawab diri terhadap Allah serta ilmu untuk mempertingkatkan kualiti hidup diri, keluarga, dan masyarakat.

///
Ab Sheikh Yunan.

“ AKU TIDAK PERNAH BERDEBAT UNTUK MENCARI KEMENANGAN ”

Perdebatan dgn niat untuk mencari kemenangan sebaiknya dihindari

Imam Syafi’i adalah adalah seorang ulama besar yang banyak melakukan dialog dan pandai dalam berdebat. Sampai-sampai Harun bin Sa’id berkata: “Seandainya Syafi’i berdebat untuk mempertahankan pendapat bahwa tiang ya
ng pada aslinya terbuat dari besi adalah terbuat dari kayu niscaya dia akan menang, karena kepandainnya dalam berdebat”.

Imam Syafi’i berkata : “Aku tidak pernah berdebat untuk mencari kemenangan”

Imam Syafi’i berkata : “Aku mampu berhujjah dengan 10 orang yang berilmu, tetapi aku pasti kalah dengan seorang yang jahil, karena orang yang jahil itu tidak pernah faham landasan ilmu”

Oleh karenanya Imam Syafi’i menasehatkan “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

Iman Syafi’i juga menasehatkan, “Apabila ada orang bertanya kepadaku,“jika ditantang oleh musuh, apakah engkau diam ??”
Jawabku kepadanya : “Sesungguhnya untuk menangkal pintu-pintu kejahatan itu ada kuncinya.”
“Sikap diam terhadap orang yang bodoh adalah suatu kemuliaan. Begitu pula diam untuk menjaga kehormatan adalah suatu kebaikan”
“Apakah kamu tidak melihat bahwa seekor singa itu ditakuti lantaran ia pendiam ?? Sedangkan seekor anjing dibuat permainan karena ia suka menggonggong ??”

Nasehat Imam Syafi’i yang lainnya “Orang pandir mencercaku dengan kata-kata jelek, maka aku tidak ingin untuk menjawabnya. Dia bertambah pandir dan aku bertambah lembut, seperti kayu wangi yang dibakar malah menambah wangi”

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah bersabda: “Aku akan menjamin sebuah rumah di dasar surga bagi orang yang meninggalkan debat meskipun dia berada dalam pihak yang benar. Dan aku menjamin sebuah rumah di tengah surga bagi orang yang meninggalkan dusta meskipun dalam keadaan bercanda. Dan aku akan menjamin sebuah rumah di bagian teratas surga bagi orang yang membaguskan akhlaknya.” [HR. Abu Dawud dalam Kitab al-Adab, hadits no 4167)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Tidak ada satu kaum yang tersesat setelah mendapat petunjuk, melainkan karena mereka suka berjidal.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat: “Mereka tidak memberikan perumpamaan itu kepadamu melainkan dengan maksud membantah saja, sebenarnya mereka adalah kaum yg suka bertengkar. (QS Az-Zuhruf [43]: 58 )” (HR. At-Tirmidzi no. 3253, Ibnu Majah dan Ahmad)

Imam Malik rahimahullah, berkata: “Berjidal adalah menghilangkan cahaya ilmu dan mengeraskan hati, serta menyebabkan permusuhan.” (Ibnu Rajab, Fadhlu Ilmi salaf ‘alal Khalaf: 35)

Kesimpulannya perdebatan yang harus dihindari adalah perdebatan dengan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu.

Firman Allah ta’ala yang artinya

“..Janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah”.(QS Shaad [38]:26)

“Katakanlah: “Aku tidak akan mengikuti hawa nafsumu, sungguh tersesatlah aku jika berbuat demikian dan tidaklah (pula) aku termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk” (QS An’Aam [6]:56)

Ciri-ciri orang yang berdebat dengan memperturutkan hawa nafsu adalah

1. Suka mencerca dengan kata-kata jelek atau mencela

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, “mencela seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekufuran”. (HR Muslim).

Orang yang Pasik adalah orang yang secara sadar melanggar larangan atau hukum agama, sebagaimana yang disampaikan dalam firman Allah ta’ala yang artinya, “(yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menghubungkannya dan membuat kerusakan di muka bumi. Mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS Al Baqarah [2]:27)

Bagi orang-orang yang fasik, tempat mereka adalah neraka jahannam

Firman Allah ta’ala yang artinya, “Dan adapun orang-orang yang fasik maka tempat mereka adalah jahannam” (QS Sajdah [32]:20).

2. Suka debat kusir

“Debat kusir” gabungan dua kata debat dan kusir

Kusir adalah orang yang mengemudikan delman sehingga kalau seorang kusir berbicara maka akan membelakangi penumpangnya atau paling tidak menyamping

Jadi debat kusir adalah debat yang “membelakangi” pendapat teman debat sehingga debat tak ada ujung akhirnya atau debat tidak berguna atau debat tidak nyambung atau debat tidak disertai alasan yang masuk akal.

Mereka “membelakangi” pendapat teman debat atau mereka tidak menganggap pendapat teman debat atau bahkan dalam diskusi di dunia maya (internet) seperti jejaring sosial maupun forum-forum diskusi lainnya yang dilakukan dengan tulisan, mereka sama sekali tidak membaca pendapat teman debat dikarenakan mereka beranggapan atau berprasangka bahwa pendapat teman debat bertentangan dengan ulama salaf.

///